
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi tiru dari Universitas Negeri Malang (UM) yang berlangsung di Ruang Sidang 3, Gedung Rektorat UGM (14/1). Kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) serta pengembangan kelas internasional.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom, yang menekankan pentingnya pembaruan kurikulum sesuai regulasi terbaru, termasuk Permendikbud No. 39/2025 dan Peraturan Rektor UGM No. 23/2025. ”UGM saat ini tengah mempersiapkan kurikulum baru dengan konsep yang lebih fleksibel, seperti opsi second major dan minor, serta penerapan pembelajaran terpadu luring-daring (blended learning) dengan proporsi maksimal 40% daring”, ujarnya.

Dari pihak UM, Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D, Kepala Pusat Kurikulum dan Pebelajaran (PKP) bersama tim menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, khususnya terkait pengelolaan kelas internasional, sinkronisasi kurikulum, serta pelaporan akademik melalui PDDikti. Diskusi juga menyoroti tantangan administratif, pengakuan mata kuliah, hingga bentuk ijazah bagi mahasiswa kelas internasional.
Dalam sesi diskusi, Dr. Sigit menjelaskan bahwa program International Undergraduate Program (IUP) di UGM berfungsi sebagai revenue generator sekaligus wadah pengembangan kompetensi global mahasiswa. ”IUP tidak membuka program studi baru, melainkan kelas khusus dengan standar internasional, pengelolaan mandiri, serta evaluasi berbasis prodi”, jelas Sigit. Mahasiswa IUP diwajibkan mengikuti program double degree atau pertukaran pelajar, dengan pengakuan akademik yang fleksibel sesuai aktivitas di luar negeri.

Selain itu, Kepala Subdirektorat Kajian Akademik Direktorat Kajian dan Inovasi Akademik UGM, Dr. Irwan Endrayanto Aluicius, S.Si., M.Sc., memaparkan OBE sebagai kerangka dasar kurikulum, mulai dari penetapan profil lulusan, perumusan capaian pembelajaran (CPL), hingga pemetaan CPL ke mata kuliah. ”Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala untuk memastikan ketercapaian CPL dan perbaikan berkelanjutan dalam proses pembelajaran”, terang Irwan.
Kunjungan ditutup dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama, menandai komitmen kedua universitas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, kelas internasional, serta tata kelola akademik yang adaptif terhadap kebutuhan global.
Penulis: B. Diah Listianingsih
