
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka memperkuat sinergi antar perguruan tinggi dan berbagi praksis dalam pengelolaan pendidikan tinggi (29/10). Kegiatan berlangsung di Ruang Multimedia 2, Gedung Pusat UGM, pukul 10.00–12.40 WIB.
Kunjungan dibuka dengan sambutan dan pemaparan materi dari Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D. Dalam paparannya, Prof. Gandes menjelaskan struktur organisasi Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, mekanisme penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana dan pascasarjana, serta jalur-jalur seleksi termasuk program joint degree, double degree, dan fast track yang dijalankan di UGM. Penjelasan juga mencakup kebijakan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), sistem admisi untuk mahasiswa asing, layanan administrasi akademik, serta Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus.

Perwakilan dari Undana Kupang, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Drh. Annytha, menyampaikan maksud kunjungan untuk memahami lebih dalam mekanisme pelaporan PDDIKTI, penerapan program fast track, dan implementasi RPL di UGM. Diskusi juga menyoroti tantangan dalam asesmen RPL dan pembentukan kurikulum yang sinergis antara prodi dan pusat.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dr. Hj. Sri Ilham Lubis, Lc., M.Pd., turut menyampaikan tren peningkatan jumlah mahasiswa aktif di UIN serta ketertarikan untuk mempelajari sistem admisi dan tantangan yang dihadapi UGM dalam pelaksanaannya.

Sesi diskusi berlangsung aktif, membahas pelaporan mahasiswa fast track di PDDIKTI, penanda sistemik bagi mahasiswa jalur tersebut, serta mekanisme seleksi dan asesmen dalam program RPL. UGM menekankan pentingnya kesiapan dokumen dan sinergi antara prodi dan pusat sebelum membuka pendaftaran RPL, serta fleksibilitas prodi dalam menentukan keterlibatan mereka.
Diskusi juga mencakup kebijakan program IUP (International Undergraduate Program) penggunaan portofolio dan sertifikat dalam seleksi, serta validasi melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT). Selain itu, peserta kunjungan mendapat penjelasan mengenai struktur dan tugas admisi UGM, layanan disabilitas dalam proses pembelajaran, serta mekanisme pengajuan penurunan UKT yang melibatkan koordinasi lintas unit.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah dalam memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi dan mendorong peningkatan mutu layanan akademik secara nasional.
Penulis: B. Diah Listianingsih
