
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyambut secara resmi 12 mahasiswa asing penerima Beasiswa Fundo de Desenvolvimento do Capital Humano (FDCH) dari Timor-Leste (28/1) di Ruang Pertemuan Utama Direktorat Pendidikan dan Pengajaran. Penyerahan dilakukan oleh Tim Pendampingan FDCH-MPIE (Ministreio Do Planeamento E Investimento Estrategico) Timor Leste sebagai bagian dari komitmen kerja sama dalam pengembangan akademik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak 27 Januari 2026, dengan keberangkatan 12 mahasiswa dari Dili menuju Yogyakarta. Setibanya di UGM, rombongan langsung diarahkan ke asrama penginapan (Dormitori UGM) yang telah difasilitasi oleh pihak universitas. Selanjutnya, para mahasiswa penerima Beasiswa FDCH secara resmi diserahkan ke UGM.
Momentum ini menandai dimulainya perjalanan studi para mahasiswa di UGM dengan dukungan penuh dari kedua institusi. Setelah penyerahan, kedua belas mahasiswa Timor-Leste ini akan mengikuti kelas bahasa di INCULS UGM selama empat bulan pada awal bulan ini, per 2 Februari hingga Mei 2026, sebelum nanti memulai perkuliahan di bulan Agustus pada semester Gasal 2026/2027.
Perwakilan FDCH-MPIE Timor-Leste, Harmenegildo Da Silva menyampaikan, program ini merupakan wujud komitmen FDCH-MPIE dalam mendukung pengembangan akademik melalui kerja sama dengan UGM. “Kami berharap rangkaian kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Timor-Leste,” ujarnya didampingi Tim FDCH-MPIE lainnya, Januario Nuno Dos Reis Gomes, Fernao Pedro Malta Correia Lebre, dan Domingos Da Costa.

Direktur Pendidikan dan Pengajaran mewakili Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran menyambut baik kehadiran mahasiswa penerima beasiswa tersebut. “UGM berkomitmen untuk memberikan pendampingan akademik dan fasilitas terbaik agar para mahasiswa dapat berkembang secara optimal,” ungkap Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D.
Diterangkan Gandes bahwa kedua belas mahasiswa baru ini sudah melalui proses seleksi panjang dan sangat kompetitif. Sebelumnya, kandidat potensial yang memenuhi syarat kemampuan akademik, mengikuti ujian lanjutan secara daring yang terdiri atas Gadjah Mada Scholastic Test (GMST) dan tes kemampuan bahasa inggris (AcEPT).
Selanjutnya, kandidat Fakultas Kedokteran Hewan yang lolos seleksi GMST dan AcEPT masih harus mengikuti tes wawancara, sedangkan kandidat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) masih mengikuti tes lanjutan, MMPI dan wawancara. Hingga penentuan akhir seleksi 12 orang dinyatakan lolos dan diterima sebagai mahasiswa baru di 3 prodi yaitu Program Studi Sarjana Kedokteran Hewan, Program Studi Sarjana Kedokteran, dan Program Studi Sarjana Keperawatan semester gasal TA 2026/2027. Masing-masing program studi menerima 4 orang mahasiswa baru.
Hadir dalam penyambutan tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. Juga, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D, serta Kepala Subdirektorat Kerja sama Internasional, Tyas Ikhsan Hikmawan, Ph.D, dan perwakilan dari Direktorat Kemahasiswaan.
Hamim menyampaikan bahwa FKKMK akan mendorong para mahasiswa WNA ini untuk aktif dalam ragam unit kegiatan mahasiswa, seperti ekstrakulikuler seni dan olahraga. ”Saya himbau para calon mahasiswa aktif dalam kegiatan kemahasiswaan untuk keseimbangan aktivitas akademik dan non akademik, termasuk mengeksplorasi kota Jogja”, katanya. Di FKKMK, mahasiswa baru ini akan bergabung di kelas International Undergraduate Program (IUP) Pendidikan Dokter dan kelas reguler Program Studi Keperawatan.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Hewan, Prof. drh. Agung Budiyanto, M.P., Ph.D menyampaikan bahwa dengan diterimanya keempat mahasiswa baru asing dari Timor-Leste di Fakultas Kedokteran Hewan akan menjadi awal program kerja sama FDCH dan UGM, yang harapannya juga dapat berlanjut dengan alokasi beasiswa bagi mahasiswa Timor Leste ini untuk studi lanjutan ke Program Magister (S2), bahkan program Doktor (S3).
Kepala Subdirektorat Kerja Sama Internasional UGM, Tyas Ikhsan Hikmawan, menegaskan bahwa Office of International Affairs (OIA) UGM selalu siap memberikan layanan dan pendampingan bagi mahasiswa asing, khususnya terkait pengurusan keimigrasian serta fasilitasi berbagai aktivitas bersama komunitas mahasiswa internasional di lingkungan UGM. Tyas berharap para mahasiswa Timor-Leste dapat beradaptasi dengan baik serta memanfaatkan pengalaman akademik dan nonakademik di UGM secara optimal.
Hadirnya program beasiswa FDCH menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan akademik antara UGM dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Penulis: B. Diah Listianingsih
Foto: Alfin Ni’am
