
Pendaftaran seleksi Program Internasional/International Undergraduate Program (IUP) UGM gelombang 1 tahun ajaran 2026/2027 masih dibuka hingga 19 Februari 2026 mendatang. Program ini menawarkan lingkungan pembelajaran berstandar internasional dengan berbagai keunggulan, termasuk kerja sama global, kelas berkapasitas terbatas, serta kewajiban international exposure bagi seluruh mahasiswa.
Dalam sesi sharing session yang disiarkan langsung melalui kanal Instagram dan YouTube UGM, Dr. Sigit Prianta, S.Si., M.Kom, Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, menegaskan bahwa IUP UGM membuka 31 program studi tanpa penambahan prodi baru pada tahun ini. “Keunggulan IUP bukan hanya pada penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar, tetapi juga pada lingkungan akademik yang global, kesempatan double degree, student exchange, hingga riset bersama mitra internasional,” jelasnya.
”Dengan bergabung di kelas IUP, mahasiswa akan merasakan atomosfer lingkungan pembelajaran internasional dengan mitra universitas global”, terang Sigit. Kelas IUP didesain berkapasitas lebih kecil sehingga interaksi lebih intensif. Berbeda dengan kelas reguler, kelas IUP wajib melakukan kegiatan international exposure berupa double degree, pertukaran pelajar, atau riset internasional. Di IUP, mahasiswa disiapkan secara akademik dan soft skill untuk karier maupun studi lanjut di tingkat global.
Sigit menerangkan, tahun ini, UGM berencana membuka tiga gelombang penerimaan IUP. Gelombang 1, pendaftarannya sudah dibuka sejak 20 Januari 2026 lalu, sampai nanti 19 Februari 2026. Sedangkan tes dilakukan secara offline pada 5 – 7 Maret 2026. ”Artinya peserta harus datang ke UGM untuk mengikuti tes”, terang Sigit. Lalu, hasilnya akan diumumkan pada 12 Maret 2026.
Untuk gelombang 2, pendaftaran dibuka pada 1–28 April 2026. Gelombang 2 ini tesnya nanti dilakukan secara daring pada 7–9 Mei 2026 dan pengumuman hasil pada 13 Mei 2026. Sedangkan untuk gelombang 3, jadwalnya akan disampaikan kemudian, setelah gelombang kedua selesai.
Sigit menekankan bahwa gelombang pertama memiliki kuota lebih besar dibandingkan gelombang berikutnya, sehingga peluang diterima lebih tinggi. ”Total kuota mahasiswa IUP tahun ini sekitar 1.000 orang dari 31 program studi, sementara keseluruhan penerimaan mahasiswa baru UGM mencapai sekitar 10.000 orang”, jelas Sigit.
Jika ingin mengikuti seleksi IUP, calon mahasiswa wajib membuat akun di laman resmi admissions.ugm.ac.id, lalu mengunggah dokumen administrasi termasuk rapor semester 1–5, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Seleksiya meliputi Tes bahasa Inggris (bagi yang belum memenuhi syarat sertifikat) dan Tes potensi akademik (GMST). Lalu ada seleksi lanjutan berupa wawancara, focus group discussion, serta tes psikologi (MMPI, SJT) sesuai ketentuan fakultas.
Sigit memberikan sejumlah saran tips bagi calon pendaftar yang sedang melakukan persiapan mendaftar jalur IUP. Menurut beliau, calon pendaftar perlu mempelajari syarat dan mekanisme seleksi secara detail. ”Latih kemampuan bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Dan biasakan diri aktif dalam diskusi kelompok, juga rapikan portofolio prestasi dan sertifikat pendukung”, terangnya lebih lanjut.
Dan terpenting, pilih program studi sesuai minat, kemampuan, dan rencana karier. ”Dan tentunya, komunikasikan rencana pembiayaan dengan keluarga sejak awal, terutama terkait kewajiban international exposure”, ungkap Sigit.
“UGM ingin memastikan mahasiswa IUP siap menghadapi tantangan global, baik dalam studi maupun karier. Kami mengajak talenta terbaik bangsa untuk memanfaatkan kesempatan ini seoptimal mungkin,” ujar Dr. Sigit.
Informasi lebih lanjut mengenai pendaftaran IUP dapat diakses melalui laman resmi admissions.ugm.ac.id.
Penulis: B. Diah Listianingsih
