
UGM membuka ruang dialog dan berbagi pengalaman melalui kegiatan benchmarking ke Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Senin (27/7) di Ruang Pertemuan Utama Direktorat Pendidikan dan Pengajaran. Agenda kunjungan difokuskan pada dua aspek strategis yakni pengelolaan pembelajaran di luar program studi serta rekognisi prestasi mahasiswa dalam kegiatan akademik maupun non-akademik. Acara berlangsung secara hybrid untuk memfasilitasi tim UNG yang tidak bisa hadir secara langsung ke UGM.
Perwakilan UNG, Abdulrahim Maruwae, SE., M.Pd, Koordinator PT Program Magang Sapa Kampus Berdampak UNG, menegaskan bahwa tujuan benchmarking ini adalah untuk mempelajari praktik pengelolaan pembelajaran di luar program studi serta mekanisme rekognisi prestasi mahasiswa yang telah diterapkan di UGM. Hal ini menjadi bagian dari upaya UNG mempersiapkan diri menuju status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

UGM menyambut baik kunjungan dalam rangka benchmarking tersebut. Perwakilan UGM, Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom., menjelaskan bahwa UGM baru saja mengembangkan kurikulum yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program studi. ”Kami juga baru saja mengembangkan kurikulum untuk mata kuliah di luar program studi. Untuk mengambil mata kuliah, mahasiswa harus mengajukan pada tahap pra-KRS, dan pengakuannya setara dengan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”, jelas Sigit.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Drs. Mustofa Anshori L., M.Hum, menambahkan bahwa UGM memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi mahasiswa non-akademik. Bentuk rekognisi dilakukan melalui konversi capaian ke dalam SKS, sehingga prestasi mahasiswa dapat tercatat sebagai bagian dari riwayat akademik. ”Saat ini, UGM memiliki 76 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menjadi wadah pengembangan minat, bakat, dan kepemimpinan mahasiswa. Dan semua kegiatan ini bisa direkognisi capaiannya dalam bentuk SKS”, terang Mustofa.

Disampaikan Sigit Priyanta, lewat benchmarking, UGM turut mendorong dalam memperkuat kapasitas LPMPP UNG dalam mengelola pembelajaran lintas program studi serta menyusun tata kelola rekognisi prestasi mahasiswa. ”Kami berharap UNG dapat mengoptimalkan peran LPMPP dalam mendukung transformasi menuju PTNBH, sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui pengakuan akademik atas capaian non-akademik”, pungkasnya.
Penulis: B. Diah Listianingsih
Foto: Alfin Ni’am
