
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima lawatan tim Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam rangka Sosialisasi dan Koordinasi Penguatan Kerja sama Akademik melalui Program Akselerasi Magister LPDP untuk Mahasiswa Program Sarjana, Jumat (24/7) di Ruang Pertemuan Utama Direktorat Pendidikan dan Pengajaran. Pertemuan yang dihadiri oleh jajaran Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama dari berbagai fakultas/sekolah di UGM ini secara khusus membahas peluang pendanaan bagi mahasiswa sarjana (S1) berprestasi untuk menempuh skema lintas institusi ke luar negeri.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran menyampaikan apresiasi terhadap terobosan LPDP yang sejalan dengan cita-cita internasionalisasi UGM. Menurutnya, inisiasi program ini dinilai sebagai jawaban atas diskusi panjang mengenai kemungkinan pelaksanaan program percepatan studi dengan mitra universitas global, yang kini telah dimungkinkan melalui pembaruan regulasi Permendikbudristek.
“Ini adalah suatu terobosan yang sangat baik. Mahasiswa S1 kita yang potensial jumlahnya luar biasa banyak, dan mitra kerja sama kita di luar negeri ada ratusan. Dengan adanya dukungan funding dari LPDP, mahasiswa kita bisa langsung meneruskan studi di institusi mitra tersebut,” ujar Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed., Ph.D, saat membuka acara tersebut.

Kepala Subdivisi Pengembangan Beasiswa LPDP, Hentri Wibowo, SIP., M.Sc. MBA menjelaskan bahwa Program Akselerasi Magister ini mengusung skema 3+1+1. Artinya, mahasiswa akan menempuh tiga tahun masa studi S1 di dalam negeri (UGM), dilanjutkan dengan satu tahun penyelesaian program sarjana di perguruan tinggi luar negeri (PTLN) mitra, dan satu tahun terakhir untuk menyelesaikan program S2 (Magister) di institusi luar negeri tersebut.
“Tujuan utama program ini adalah memperkuat kerja sama antara Perguruan Tinggi Dalam Negeri dengan mitra luar negeri, yang tentu saja akan berdampak pada peningkatan reputasi dan world class ranking UGM. Selain itu, program ini menjadi ajang talent scouting untuk meningkatkan eksposur internasional mahasiswa sejak sebelum mereka masuk S2,” papar Hentri.

LPDP berkomitmen menanggung penuh pembiayaan mahasiswa selama menempuh pendidikan setahun jenjang S1 dan setahun jenjang S2 di luar negeri pada program akselerasi magister ini, mencakup biaya pendidikan hingga tunjangan hidup (living allowance). Pengecualian pembiayaan hanya berlaku untuk biaya operasional mahasiswa saat berstatus aktif secara internal di UGM.
Kriteria mahasiswa yang berhak mendaftar program unggulan ini adalah mereka yang masuk dalam jajaran 10 mahasiswa terbaik di angkatannya berdasarkan seleksi internal dan surat rekomendasi dari Dekan Fakultas/Sekolah masing-masing. Syarat akademik lainnya mencakup Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,25 pada saat mendaftar (semester 4 atau 6), serta melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL ITP, iBT, IELTS, PTE, atau Duolingo) yang disesuaikan dengan syarat dari kampus tujuan.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Beberapa hal teknis yang dibahas meliputi penyelarasan program dengan skema double degree yang sudah berjalan, fleksibilitas konversi SKS, hingga konfirmasi bahwa skema ini terbuka luas tidak hanya bagi program studi STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika) tetapi juga rumpun Sosial dan Humaniora (Soshum). Beberapa kampus top dunia yang telah menjadi target mitra strategis antara lain University of Wisconsin, Georgetown University, NUS Singapura, Monash University, hingga University of Leeds.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan koordinasi ini, UGM ditargetkan dapat segera mematangkan daftar mahasiswa kandidat potensial dan memfinalisasi Nota Kesepahaman atau Perjanjian Kerja Sama dengan berbagai kampus mitra paling lambat pada bulan Desember tahun ini. Hal tersebut dipersiapkan untuk menyambut pembukaan pendaftaran batch pendanaan Program Akselerasi Magister LPDP yang rencananya akan dibuka secara resmi pada Januari tahun depan.
Melalui sinergi erat antara UGM dan LPDP ini, diharapkan akan lahir lebih banyak lulusan unggul berwawasan global yang kelak siap kembali untuk mengabdi dan membangun bangsa.
Penulis: Bintang Flexi Ramadhan
Penyunting: B. Diah Listianingsih
Foto: Alfin Ni’am
