
Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan studi banding Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Kementerian Perhubungan dalam upaya memperkuat tata kelola sistem informasi akademik pada Jumat (17/7). Kunjungan difokuskan untuk membedah strategi UGM dalam mengelola sistem pembelajaran dan integrasi data yang diwujudkan melalui platform digital kampus.
Hadir delegasi BP3IP, Kepala Seksi Pengajaran, Yohana Savitri Sianturi dan Kepala Unit Sertifikasi BP3IP, Muchlis Imanullah Arrief, beserta tim pranata komputer BP3IP. Kunjungan ini disambut hangat oleh perwakilan UGM, Direktorat Pendidikan Pengajaran dan Direktorat Teknologi Informasi yang secara khusus membagikan pengalaman implementasi transformasi digital di lingkungan universitas.

Disampaikan Yohana, BP3IP sebagai institusi yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan memiliki karakteristik pendidikan yang unik. Berbeda dengan institusi politeknik konvensional, BP3IP bertindak sebagai sekolah vokasi dan pendidikan non-formal berstandar internasional yang spesifik mendidik para pelaut aktif. BP3IP memiliki tujuan utama untuk menyekolahkan pesertanya demi mendapatkan sertifikasi dan pengakuan kompetensi profesional.
Karena spesifikasi pendidikan yang dijalankan, kebutuhan akan sistem pengelolaan informasi yang adaptif menjadi krusial. Oleh karena itu, BP3IP menjadikan UGM sebagai rujukan utama dalam kunjungan ini. “Kami hadir ke UGM dengan tujuan spesifik untuk melihat sejauh mana UGM mengelola sistem pembelajaran dan sistem informasinya. Kami berharap dapat mempelajari pengelolaan sistem informasi yang ada di sini untuk menjadi rujukan dalam meningkatkan kualitas layanan kami,” ujar Yohana.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan UGM, Kepala Sub Direktorat Analisis Data dan Kolaborasi Sistem Informasi Direktorat Teknologi Informasi UGM, Hendranti Wisnu Saputro, S.T., M.Sc., memberikan paparan komprehensif mengenai evolusi digitalisasi layanan di UGM. Dijelaskan bahwa UGM kini mengelola seluruh basis data akademik, kepegawaian, hingga layanan kemahasiswaan melalui sistem pengelolaan informasi satu pintu yang diwujudkan melalui aplikasi SIMASTER (Sistem Informasi Manajemen Terpadu).
“Pengelolaan informasi di UGM telah terintegrasi secara penuh. SIMASTER menjadi pintu gerbang utama bagi seluruh sivitas akademika, sehingga sinkronisasi data dari berbagai unit kerja dapat dikelola dalam satu platform yang efisien dan aman,” terangnya.

Melalui diskusi yang konstruktif ini, BP3IP diharapkan dapat mengadopsi praktik terbaik dari arsitektur digital UGM. Studi banding ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran informasi, tetapi juga langkah awal bagi BP3IP dalam merumuskan pembaruan infrastruktur sistem informasi akademik mereka demi menunjang kompetensi pelaut Indonesia di kancah internasional.
Penulis: Bintang Flexi Ramadhan
Penyunting: B. Diah Listianingsih
Foto: Alvin Na’im
